Sekolah basa basi

Coba tanya sama orang tua kalian… Suka balet? Mau tidak belajar balet? 

Suka catur? Gimana kalau les catur? Mau tidak mereka…

Itu masalahnya… 

Masalah kenapa kalau kita tidak suka matematika…kita dipaksa belajar matematika… Kalau tidak suka biologi kita dipaksa belajar biologi.. 

Dan bahkan di berikan pelajaran tambahan matematika pulang sekolah..

Saya ingat sekali saat saya SMP mata pelajaran matematika saya jelek.. Dan saya pun di les kan pada… Siapa lagi kalau bukan GURU matematika saya sendiri (kerja sampingan)… Dan apakah saya jadi pintar matematika sekarang? Ya tetap tidak…

Mengapa saya tidak cukup belajar pertambahan.. Lalu perkalian.. Atau basic basic nya saja… Mengapa saya harus belajar rumus TANGEN… ATAU RUMUS RUMUS lainnya yang saya tidak pakai mungkin sampai saya mati nanti…

Balet… Dasarnya adalah lompat.. Tekuk kaki.. Dll.. Semua org bisa kan.. Tapi tidak semua orang harus bisa balet kan?

Manusia adalah unik… Apalagi anak anak yang masih berkembang… Mengajari ikan untuk terbang.. Hanya akan membuat si ikan Stress dan mati…

Begitu juga dengan anak.. 

Kalau saya punya hak.. Saya akan berikan penjurusan sejak Smp. Mereka suka apa…mereka belajar apa.

Pilih yang mereka suka… Kita maksimalkan pelajarannya… Yang tidak suka? Ya cukup dasar nya saja..beres bukan?

Saat anak lain di les kan macam macam… Saya tanya anak saya.. Km mau belajar apa… Mau les apa? 

Endingnya anak saya Azka les catur dan bela diri.. 



open ur mind


Kalau pelajarannya jelek? Ah biar saja… Jangan takut nilai pelajaran merah.. Namanya belajar. 

Kalau tidak naik kelas? Ya biar saja… Jangan takut tidak naik kelas… 

School has to be fun.. Not stressful.

Memarahi anak krn mereka pelajaran jelek? 

Menjadikan kita Orang tua bodoh…. 

Memarahi hal yang si anak tidak suka akan mematikan proses kretivitas mereka… 

Biar saja mereka berkembang.. Sesuai apa yang mereka bisa dan diciptakan.. Ingat kita semua unik.. Mengapa kita diperlakukan sama? 

Pernah coba minta guru Inggris mengerjakan soal biologi? Atau guru matematika ujian seni rupa? 

Gimana kalau guru bahasa indonesia ujian olahraga?…. Pasti kebanyakan lucu hasilnya.

Inilah mengapa Saat kecil.. Cita cita anak biasanya menjadi astronot.. Presiden.. Polisi… Penari.. Pesulap… Dll.

Sepertinya tidak ada yang cita citanya menjadi.. Profesor biologi. 

Kalau pun ada.. Pasti krn si anak nanti mulai mengenal hal itu di saat menjelang remaja dan menjadi suka… Kalau tidak? Tidak mungkin berita cita jadi ahli akuntan dll. 

Lalu mengapa ketika kita besar cita cita jadi presiden berganti jadi asisten dosen?

Atau astronot jadi akuntan?

Atau pesulap jadi… Kerja di bank. 

Simple… Coz the parents and the environment including the school refuse the ideas… And Push their own  goals… 

Saya ingat sekali saat saya SMP nilai akuntansi saya 4.. 

Lalu si guru marah sambil berkata “kamu gak bisa akuntan gak akan sukses kamu! Mau jadi apa?”

Mungkin sekarang bisa saya jawab… Saya sukses di bidang lain saja ya.. Lalu saya bayar seorang akuntan tuk kerja buat saya. 

Si anak dijejali pelajaran yang bahkan mereka tidak mau… Tidak suka… Dan dijejali nya sampai eneg. Bukan di perkenalkan… Pernah menghafal peta buta?? 

Aneh bukan… Sampai detik ini setiap saya tersesat saya pakai GPS. Setiap saya beli peta… Selama ini ada tulisannya… Nah lalu saya belajar peta buta itu untuk apa ya? Oh saya tau… Mungkin mereka berpikir siapa tau saya akan jadi Indiana Jones.

Change the way u think…

If not… U kill your kids most potential ability… 

Make them DUMB….

YES DUMB. 

I dont need kids who know everything… I need kids who good in what they love.



choose your own destiny from now


15 Comments

Leave a Comment

  1. Saya sangat setuju dengan pendapat om deddy. Tapi mama saya berpikiran beda, mama menganggap bahwa kalau tidak sekolah masa depan buruk. But I dont think so. Les fisika, matematika, kimia selalu but nilai matematika dan fisika tetap saja merah. Saya ingin ada sekolah yang lebih mengembangkan bakat talenta daripada materi yang belum tentu di pakai bekerja. Trigonometri? Apakah kita akan menjadi tukang ukur pohon dan tiang bendera?

    Like

  2. Setuju bgt,selama ini anak dijejali sama pelajaran2 yang menurut dia sulit, tapi orng tua hanya menuntut “pokoknya kamu harus dapat nilai besar” apa mereka tau sesulit apa anak nya berjuang demi nilai yang besar?mereka hanya menuntut iniitu tanpa melihat proses perjuangan sianak:’) karna gak semua anak itu IQnya sama

    Liked by 2 people

  3. Setuju sekali, masukan yg sangat membuka pikiran saya krn memang sy juga mengalaminya sewaktu jaman sekolah dulu, dan sangat menderita dipaksa seperti itu. Yg pastinya sy tdk akan menerapkan pola seperti itu lg pada anak sy kelak……..

    Like

  4. Mantap Bung Deddy… setuju bnget nih.. Faktanya banyak ortu jaman skrng yg lebih panik ketika anaknya dapet nilai jelek, sedangkang pas anaknya ninggalin ibadah wajib mereka biasa saja…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s